Jadwal Pemeriksaan Kehamilan Selama Pandemi Virus Corona

Ibu hamil memang lebih berisiko terinfeksi virus Corona karena daya tahan tubuhnya cenderung lebih lemah. Itulah sebabnya, bila tidak ada keperluan mendesak, ibu hamil dianjurkan untuk tidak bepergian ke luar rumah selama pandemi COVID-19, apalagi ke rumah sakit.
Meski begitu, pemeriksaan kehamilan tetap perlu dilakukan secara rutin untuk memantau kesehatan ibu hamil dan janin. Melalui pemeriksaan ini, dokter dapat mengetahui bila ada gangguan atau komplikasi dalam kehamilan dan bisa segera mengatasinya.

Oleh karena itu, Bumil sebaiknya tetap rutin menjalani pemeriksaan kehamilan, meskipun tidak sesering biasanya. Berikut ini adalah jadwal pemeriksaan kehamilan yang dianjurkan selama pandemi virus Corona:

Pada trimester pertama, ibu hamil cukup menjalani satu kali pemeriksaan kehamilan, yaitu saat usia kandungan 11–13 minggu. Dalam kunjungan ini, dokter akan melakukan pemeriksaan USG dan tes darah untuk mendeteksi kelainan yang mungkin dialami oleh ibu hamil dan janin.
Untuk memastikan kehamilan, lakukanlah pemeriksaan dengan test pack di rumah. Bila hasil tes positif, Bumil dapat menghitung usia kehamilan mulai dari hari pertama haid terakhir (HPHT). Jika usia kehamilan masih kurang dari 11 minggu, Bumil belum perlu melakukan kunjungan ke dokter kandungan.
Bila ada yang ingin ditanyakan ke dokter, Bumil bisa memanfaatkan fasilitas konsultasi online dengan dokter kandungan.
Bumil juga bisa mengikuti kelas kehamilan online yang mengajarkan cara menjaga dan mengawasi kehamilan secara mandiri di rumah.
Namun, jika pernah mengalami kehamilan ektopik, Bumil disarankan untuk langsung memeriksakan kehamilan ke dokter kandungan ketika hasil test pack positif, tidak perlu menunggu hingga usia kehamilan 11 minggu. Buat dulu janji konsultasi dengan dokter, sehingga Bumil tidak perlu mengantre lama di rumah sakit.

Read more...

Makanan sehat Ibu hamil 4 bulan

Beberapa makanan yang  dianjurkan untuk ibu hamil usia empat bulan dalam artikel ini bisa menjadi sumber informasi untuk moms. Perkembangan janin dalam kandungan di bulan ke-empat ini, sikecil sudah memiliki semua organ tubuhnya, termasuk otak. Oleh karena itu Anda harus makan makanan yang diperlukan untuk ibu hamil. Tubuh Anda saat ini berubah sangat jelas. Perut berkembang dan kenaikan berat badan, tetapi tidak terlalu berat. Anda mungkin masih memiliki alergi, tetapi tidak banyak. Gejala seperti hidung tersumbat dan kaki sedikit membengkak biasanya masih Anda rasakan. Produk olahan susu Makanan sehat ibu hamil 4 bulan yang pertama adalah produk olahan susu. Ini merupakan salah satu jenis makanan sehat ibu hamil trimester pertama. Susu penting untuk Anda dan janin dalam kandungan agar meningkatkan kekuatan tulang. Susu formula untuk ibu hamil dapat menjadi pilihan selain yogurt. Vitamin C Vitamin C berperan memperbaiki jaringan rusak dan meningkatkan metabolisme energi di dalam tubuh. Sumber vitamin C banyak dalam buah jeruk, tomat dan semangka. Makanan tinggi serat Karena Anda mulai mengalami pembesaran uterus. Rahim akan menekan pembuluh darah Anda. Sehingga efeknya akan membuat Anda sembelit. Atasi masalah ini dengan makan makanan berserat tinggi termasuk biji-bijian, gandum, buah-buahan dan sayur-sayuran. Sereal Untuk melengkapi kebutuhan nutrisi Anda, sereal bisa menjadi bagian dari menu diet ibu hamil. Roti gandum, biskuit, ataupun jenis sereal lainnya baik untuk menjaga fungsi usus dan menjauhkan Anda dari masalah pencernaan.
Read more...

Bagian 4. Persiapan penting sebelum menjalani program kehamilan

Hai Bunda… masih semangat ya buat persiapan kehamilannya. Kita masuk ke bagian 4 ya… 10. Pertimbangkan kesehatan mental Anda Wanita yang menderita depresi, dua kali lipat lebih beresiko untuk menderita masalah yang terkait kesuburan dibanding wanita yang sehat secara mental. Jika Anda mengalami tanda-tanda depresi, seperti kehilangan gairah dan kegembiraan dalam hal-hal yang dulunya Anda nikmati, perubahan nafsu makan atau pola tidur, kehilangan energi, atau perasaan putus asa dan tidak berharga, mintalah dokter untuk memberi rujukan ke terapis atau psikiater untuk menjalani sesi konsultasi. Dua jenis perawatan yang paling efektif untuk depresi saat ini adalah psikoterapi dan obat-obatan, dan banyak pasien berhasil mengatasi masalah mental dengan menjalani kombinasi kedua jenis perawatan tersebut. Seorang psikiater dapat membantu Anda memilih antidepresan yang aman untuk Anda konsumsi saat Anda sedang menjalani program hamil dan selama kehamilan Anda nantinya. Anda juga barangkali ingin mencoba beberapa teknik manajemen stress, seperti yoga, relaksasi, dan meditasi. 11. Hindari infeksi Sangat penting untuk menghindari infeksi ketika Anda sedang dalam program hamil, terutama jenis infeksi yang bisa membahayakan calon bayi Anda. Anda harus menghindari jenis makanan tertentu, seperti keju lunak yang tidak dipasteurisasi dan produk susu lainnya, daging merah, ikan mentah dan unggas tertentu. Jenis makanan tersebut dapat menjadi sarang bakteri berbahaya yang menyebabkan listeriosis, sebuah penyakit yang dapat menyebabkan keguguran atau bayi lahir mati. Anda juga harus menghindari jus yang tidak dipasteurisasi karena bisa jadi mengandung bakteri seperti salmonella atau E-coli. Pastikan untuk sering mencuci tangan Anda ketika menyiapkan makanan, dan pastikan kulkas Anda diatur pada suhu antara 2 hingga 4 derajat Celcius dan freezer Anda berada pada atau di bawah -18 derajat C. Pakailah sarung tangan saat berkebun dan mintalah orang lain untuk membuang sampah atau mengganti kotak sampah Anda untuk menghindari terkontaminasi toksoplasmosis, suatu jenis infeksi lain yang dapat berbahaya bagi pertumbuhan bayi. Pastikan Anda mendapatkan vaksinasi flu, untuk menghindari flu pada saat hamil. Flu pada saat hamil dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti pneumonia dan persalinan prematur. 12. Waspadai faktor lingkungan Anda mungkin tidak dapat sepenuhnya menghilangkan semua bahaya racun lingkungan, tetapi Anda bisa melakukan usaha maksimal sebaik yang Anda bisa untuk mengurangi resiko kesehatan akibat racun lingkungan. Beberapa pekerjaan bisa berbahaya bagi Anda dan bayi Anda yang belum lahir. Jika saat ini Anda rutin terpapar bahan kimia atau radiasi, Anda harus membuat beberapa perubahan dalam rutinitas Anda sebelum Anda memulai program hamil. Perlu diingat bahwa beberapa produk pembersih, pestisida, pelarut, dan sumber air minum yang melewati pipa-pipa tua bisa berbahaya untuk bayi Anda.
Read more...

Bagian 3. Persiapan penting sebelum menjalani program kehamilan

Bunda, inilah bagian 3 dari Persiapan Penting Sebelum Menjalani Program Kehamilan 7. Perhatikan ikan yang Anda konsumsi Jika Anda seorang penggemar ikan, mulailah waspada terhadap asupan ikan Anda. Walaupun ikan merupakan sumber asam lemak omega-3 yang baik (yang mana sangat penting bagi pertumbuhan otak bayi Anda), protein, vitamin D, dan nutrisi lainnya, ikan tertentu juga mengandung merkuri dalam jumlah besar, yang bisa berbahaya bagi kesuburan dan bayi Anda. Ikan yang kurang disarankan untuk wanita usia subur antara lain, ikan hiu, ikan todak, king mackerel, dan beberapa ikan tinggi merkuri lainnya. 8. Membuat dan mengikuti program latihan kebugaran Mulailah membuat dan secara konsisten mengikuti program latihan olahraga untuk meningkatkan dan menjaga kebugaran. Untuk meningkatkan fleksibilitas tubuh, cobalah latihan peregangan atau yoga. Setelah Anda hamil, tidak apa-apa (bahkan dianjurkan) untuk melanjutkan latihan olahraga (kecuali Anda mengalami komplikasi kehamilan dan dokter melarang Anda untuk banyak melakukan kegiatan fisik). Jika Anda termasuk orang yang kurang aktif secara fisik sebelumnya, mulailah dengan sesuatu yang ringan, seperti berjalan 10 sampai 20 menit sehari. Tambahkan lebih banyak aktivitas dalam rutinitas harian Anda dengan naik tangga (bukan lift) atau parkirlah mobil Anda lebih jauh lagi agar Anda memiliki kesempatan untuk berjalan kaki lebih lama. 9. Periksa gigi Anda Ketika Anda sedang dalam program hamil, jangan lupakan kesehatan mulut Anda. Perubahan hormon selama kehamilan membuat Anda lebih rentan terhadap penyakit gusi. Naiknya kadar hormon progesteron dan estrogen dapat menyebabkan gusi bereaksi terhadap bakteri dalam plak, sehingga gusi menjadi lebih mudah bengkak, merah dan berdarah. Kabar baiknya adalah, bahwa wanita yang menjaga kesehatan mulut mereka sebelum mereka menjalani program hamil, akan kurang beresiko mengalami komplikasi gusi pada saat hamil nantinya. Temui dokter gigi Anda untuk melakukan pemeriksaan dan pembersihan jika Anda belum melakukannya dalam enam bulan terakhir.
Read more...

Bagian 2. Persiapan penting sebelum menjalani program kehamilan

Hai Bunda kita masuk ke bagian 2 ya… Persiapan Penting Sebelum Menjalani Program Kehamilan 4. Siapkan stok makanan sehat. Anda harus sudah mulai memilih makanan yang bergizi sebelum Anda memulai program kehamilan Anda, sehingga tubuh Anda akan dipenuhi dengan nutrisi yang Anda butuhkan untuk menerima kehamilan yang sehat. Cobalah untuk mengasup minimal 2 cangkir buah dan 2 1/2 cangkir sayuran setiap hari, serta konsumsilah banyak biji-bijian dan makanan yang tinggi kalsium, seperti susu, jus jeruk yang mengandung kalsium dan yoghurt. Makanlah berbagai sumber protein, seperti kacang-kacangan, biji-bijian, produk kedelai, unggas, dan daging. 5. Batasi kafein Meskipun tidak ada konsensus para ahli tentang berapa banyak asupan kafein yang aman selama kehamilan, para ahli sepakat bahwa wanita hamil dan mereka yang sedang dalam program hamil harus menghindari mengkonsumsi kafein dalam jumlah banyak untuk menjaga kesuburan. Terlalu banyak asupan kafein berkaitan dengan resiko keguguran pada beberapa (tetapi tidak semua) penelitian. 6. Dapatkan berat badan ideal Anda berpeluang lebih besar untuk bisa hamil jika tubuh Anda berada pada berat badan yang sehat. Memiliki indeks massa tubuh (Body Mass Index = BMI) yang terlalu rendah atau terlalu tinggi akan menyulitkan Anda untuk bisa hamil. Wanita dengan BMI tinggi berpeluang lebih besar untuk mengalami komplikasi kehamilan atau persalinan, sementara wanita dengan BMI yang rendah berpeluang melahirkan bayi dengan berat lahir rendah. Berkonsultasilah dengan dokter Anda tentang cara terbaik untuk mencapai berat badan ideal Anda.
Read more...

15 Persiapan penting sebelum menjalani program kehamilan

Apa saja persiapan-persiapan yang perlu Anda lakukan sebelum mulai menjalani program hamil? Tulisan ini terbagi menjadi 5 bagian dan dikutip dari buku Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil dari dr. Rosdiana Ramli, SpOG. 1. Jadwalkan kunjungan pra-konsepsi Hubungi ahli kandungan, bidan, atau dokter keluarga Anda untuk melakukan pemeriksaan pra-konsepsi. Dokter mungkin akan merekomendasikan multivitamin, melakukan imunisasi, menguji kekebalan tubuh Anda terhadap penyakit seperti cacar air dan rubella, dan lain-lain. 2. Konsumsi asam folat (dan berhati-hati terhadap vitamin A) Mengkonsumsi suplemen asam folat sangat penting dalam program hamil. Dengan mengkonsumsi 400 mikrogram (mcg) asam folat setiap hari selama setidaknya satu bulan sebelum Anda hamil dan selama trimester pertama kehamilan Anda, Anda mengurangi risiko mengandung bayi yang menderita cacat tabung saraf seperti spina bifida hingga 50 sampai 70 persen. Mengkonsumsi asam folat juga membantu mencegah beberapa cacat lahir. Juga periksa untuk memastikan bahwa multivitamin yang Anda konsumsi tidak mengandung kadar vitamin A lebih tinggi dari asupan harian yang direkomendasikan, yaitu 770 mcg RAE (2.565 IU). Mengasup terlalu banyak vitamin A juga dapat meningkatkan resiko cacat lahir. 3. Hentikan minuman keras, merokok, dan obat-obatan. Jika Anda merokok atau mengkonsumsi obat-obatan, sekarang adalah waktu yang tepat untuk berhenti. Banyak penelitian menunjukkan bahwa merokok atau mengonsumsi obat-obatan dapat menyebabkan keguguran, kelahiran prematur, dan berat lahir bayi rendah. Perlu diingat bahwa beberapa jenis obat dapat mengendap di tubuh Anda bahkan setelah efek nyatanya memudar. Terlebih lagi, penelitian menunjukkan bahwa konsumsi tembakau dapat mempengaruhi kesuburan Anda dan menurunkan jumlah sperma pria. Penelitian telah menunjukkan bahwa bahkan asap rokok dapat mengurangi kesuburan Anda. Bersambung ke Bagian 2
Read more...