Terlanjur Membentak Anak. Apa yang harus dilakukan?

Terlanjur Membentak Anak. Apa yang harus dilakukan?

Kalau Ibu atau Ayah masih sering membentak anak, sebaiknya mulailah untuk mengubah kebiasaan tersebut ya! Sebab, menurut penelitian dari National Institutes of Health membentak anak dapat membuat mereka tumbuh menjadi sosok yang lebih agresif, secara fisik dan verbal. Berteriak atau membentak anak adalah bentuk meluapkan emosi orang tua yang tidak boleh dilakukan.

Hal ini bisa membuat anak menjadi takut dan trauma serta timbul rasa tidak aman walau dengan orang tua sendiri. Bahkan dengan orang tua berbicara kasar pada anak dan sering membentak anak dapat mempengaruhi perkembangan psikologis dan perkembangan otak mereka.

Nggak mau nurut perintah orang tua kalau belum dibentak? Wah, jangan salah ya Bu sebab melansir WebMD saat kita meninggikan suara dengan membentak maka bisa membuat sistem limbik pada otak mereka menjadi aktif. Sistem limbik ini bertanggung jawab atas semua keputusan yang ditangkap oleh otak anak.

Sistem limbik bisa membuat anak memutuskan untuk menuruti perintah atau mengabaikan perintah. Dibandingkan dengan membentak anak, mulai sekarang coba ubah suatu perintah menjadi sebuah kalimat permintaan.

Ketahuilah bahwa, sering membentak anak sama saja dengan menanamkan sistem bully dalam keluarga. Jadi, sebaiknya hargai setiap keputusan yang anak buat tanpa harus memerintah atau membentak anak ya Bu. Berikut adalah dampak bahaya membentak anak lainnya yang mungkin tidak disadari oleh orang tua:

  1. Anak jadi tidak percaya diri
    Membentak anak nggak hanya bisa mengancam psikisnya tapi juga bisa membuat ia tumbuh menjadi sosok yang kurang percaya diri dan minder. Anak yang tidak percaya diri akan sulit menjalani aktivitas sehari-hari dalam perilaku sosial maupun dalam keluarga. Membentak anak membuat mereka akan menjadi trauma dan terus bertanya apakah kesalahan yang ia perbuat hingga berujung depresi.
  2. Anak jadi sosok yang tertutup
    Anak-anak yang ketakutan ketika sering dibentak orang tua akan sangat mungkin tumbuh menjadi pribadi yang tertutup. Ketika mereka tertutup, rasa untuk bercerita dengan orang tuanya akan berkurang.

Kondisi ini sangat memengaruhi psikologis anak dan membuat anak merasa tertekan dan mulai mengasingkan diri dari orang tuanya, ia akan mencari perlindungan dari orang lain. Sehingga kehadiran orang tua seringkali akan tidak dihargai oleh anak.

  1. Anak jadi sering berontak
    Membentak anak memicu ia menjadi sosok pemberontak dan keras kepala dan tidak nurut dengan kehendak orang tuanya. Hal ini timbul akibat mereka mereka sering merasa tidak dihargai. Semakin emosi orang tua, maka anak-anak akan semakin melawan dan membantah kita sehingga ia akan tumbuh menjadi sosok pemberontak.
  2. Anak bisa trauma hingga dewasa
    Ketika orang tua membentak anak, maka otomatis akan memengaruhi psikologis anak yang bisa membuat mereka menjadi depresi dan trauma hingga dewasa. Melansir Science Direct apalagi jika membentak anak sering dilakukan oleh orang tua setiap hari. Maka otomatis dapat mengaktifkan emosi secara verbal yang dimiliki oleh anak-anak yang akan dipendam hingga bertahun-tahun lamanya.

Banyak cara yang dapat orang tua lakukan untuk mengontrol emosi saat anak tantrum atau nakal. Melansir Healthline berikut adalah beberapa cara yang mungkin bisa Ibu lakukan:

  1. Beri waktu pada diri sendiri
    Saat sedang marah, ada baiknya Ibu melipir sebentar menjauh dari anak dan memberi waktu pada diri sendiri untuk menenangkan emosi. Cobalah tetap tenang, tarik napas dan embuskan. Hal ini juga sekaligus bisa mengajari si kecil untuk menerima batasan dan mengelola emosi yang sehat.
  2. Bicarakan pada si kecil
    Ketika Ibu emosi, dari pada membentak anak lebih baik bicara dari hati ke hati dengannya lalu katakan apa yang Ibu rasakan. Hal ini akan membantu mereka mengembangkan sikap hormat terhadap diri sendiri dan orang lain dan membentuk hubungan yang sehat.
  3. Tetap tenang tapi tegas
    Kalau keadaan sudah lebih tenang, cobalah untuk bicara dengan mereka dengan cara yang tegas yang membuat martabat mereka tetap utuh. Jangan lupa jelaskan bahwa hal yang mereka lakukan tidak baik. Tunjukan dengan tegas melalui tatapan mata.
  4. Jelaskan konsekuensi hindari ancaman
    Kalau anak tidak menuruti apa yang diinginkan kita, misal melempar mainan yang bisa mengancam keselamatan orang disekitarnya maka orang tua perlu menjelaskan konsekuensi. Katakan bahwa mainan bukanlah benda yang boleh di lempar, sebab melempar dapat melukai orang disekitar kita.
  5. Jangan ragu meminta maaf
    Ketika orang tua tanpa sadar telah membentak anak, nggak ada salahnya setelah situasi tenang ajak anak berbicara dari hati ke hati. Jangan ragu untuk meminta maaf terlebih dahulu ya Bu. Sebab, hal ini dapat mengajarkan anak untuk meminta maaf tiap kali berbuat salah.

sumber: ibupedia

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *